Cara Menurunkan Tegangan Backlight TV LED
Tutorial Cara Menurunkan Tegangan Backlight TV LED

Cara Menurunkan Tegangan Backlight TV LED Semua Tipe

Alkisahnews.com – Cara menurunkan tegangan backlight TV LED sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan. Ada beberapa part yang harus dibongkar pasang ketika tegangan ini hendak diturunkan. Terkecuali jika Anda menggunakan rangkaian yang sudah dilengkapi dengan fitur auto voltage.

Fitur tersebut memungkinkan tegangan untuk naik dan turun secara otomatis. Jika Anda belum memilikinya, tenang saja karena ternyata ada cara khusus untuk menurunkan tegangan pada rangkaian backlight dengan sangat mudah.

Mengatur atau Menurunkan Tegangan Supply Backlight LED

Secara umum, rangkaian suplai LED backlight dirancang menggunakan sistem pengendalian arus tetap (fixed current), yang dilengkapi dengan komponen khusus untuk mengontrol besar arus yang mengalir ke LED. Oleh karena itu, pengaturan tegangan pada LED tidak dilakukan dengan mengubah tegangan input pada rangkaian suplai backlight, melainkan dengan menyesuaikan bagian sensor arusnya.

Gambar di bawah ini memperlihatkan beberapa variasi komponen sensor arus (ISENSE) yang digunakan pada rangkaian suplai LED.

Diagram rangkaian cara menurunkan tegangan backlight TV LED semua tipe menggunakan resistor, MOSFET, dan IC driver

 Pada Sirkuit A, resistor pendeteksi arus (R1) dipasang pada jalur katoda LED dan terhubung ke pin umpan balik (feedback) pada IC driver. Jika nilai resistor ini diperbesar, maka arus yang mengalir ke LED akan berkurang, sehingga tegangan pada LED ikut menurun. Contoh IC yang menggunakan konfigurasi ini adalah OB3350CP dan tipe sejenis.

Pada Sirkuit B, peningkatan nilai resistor R2 akan menyebabkan arus atau tegangan menuju LED menjadi lebih kecil. Pada rangkaian ini, MOSFET berfungsi sebagai pengendali PWM (Pulse Width Modulation) yang mengatur tingkat kecerahan LED, biasanya dikontrol oleh mainboard melalui pin PWM_IN.

Pada Sirkuit C, prinsipnya mirip: menaikkan nilai resistor R3 akan menurunkan arus atau tegangan ke LED. Selain itu, perubahan nilai R4—baik dinaikkan maupun diturunkan—juga mempengaruhi besarnya arus keluaran ke LED. MOSFET di sini juga berperan sebagai pengatur PWM untuk mengontrol intensitas cahaya berdasarkan sinyal dari mainboard atau pin PWM_IN.

Pada Sirkuit D, umumnya peningkatan nilai resistor R5 akan mengakibatkan arus atau tegangan LED menurun. Salah satu contoh IC yang menggunakan konfigurasi ini adalah MP3398A beserta varian lainnya.

Penurunan arus atau tegangan pada LED backlight dilakukan dengan tujuan memperpanjang umur pemakaian lampu latar, sehingga LED tidak cepat mengalami kerusakan.

Baca Juga : Skema Rangkaian Backlight TV LED

Cara Menurunkan Tegangan Backlight TV LED Mudah

Untuk menurunkan tegangan backlight pada TV LED, hal pertama yang harus dipahami adalah kebutuhan backlight itu sendiri. Umumnya, tegangan backlight ini hanya mencapai sekitar 63V saja. Angka ini kita dapatkan dari 3 batang x 7 led perbatang x 3v = 63v.

Ketika Anda menggunakan tegangan yang lebih besar misalnya 80 volt, maka tegangan tersebut bisa membuat lampu LED menjadi putus.Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, ada beberapa tindakan yang bisa diambil. Di antaranya adalah :

1. Perhatikan Inverter

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah komponen inverter pada rangkaian backlight itu sendiri. Di dalam inverter ini umumnya terdapat 4 baris resistor kutu yang mengarah pada fet. Penggantian komponen inverter bisa membuat tegangan menjadi turun.

Jika Anda pandai memodifikasi inverter tersebut, penggantian juga bisa dilakukan terhadap resistor kutu yang ada pada rangkaian di dalamnya. Namun pastikan untuk melakukan penggantian dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada komponen inverter ini.

Simak Juga : Tegangan Backlight TV LED Polytron 24 Inch

2. Buka Resistor

Langkah lain yang bisa diambil adalah dengan membuka komponen resistor pada rangkaian. Maksimal jumlah resistor yang bisa dibuka adalah 3 buah. Namun jangan membukanya sekaligus. Anda bisa membuka resistor satu persatu dan melakukan pengecekan setiap kali pembukaan dilakukan.

Setelahnya bisa langsung dilakukan pengukuran. Apakah tegangannya sudah turun atau belum. Kalau tegangan memang belum turun dengan signifikan, Anda bisa membuka resistor lain yang tersemat pada rangkaian tersebut. Jadi pembukaan harus dilakukan dengan bertahap.

Dua cara yang sudah kami jelaskan di atas memberikan dampak yang sangat ampuh terhadap penurunan voltase rangkaian. Namun pastikan untuk mengikuti panduannya secara sistematis agar rangkaian tetap bisa berjalan dengan optimal.

FAQ

Bagaimana cara mengetahui apakah strip LED saya bertegangan 12V atau 24V?

Strip LED dengan tegangan 12V biasanya tersusun dari satu kelompok yang berisi 3 LED dalam satu rangkaian, sedangkan pada strip LED 24V terdiri dari 6 LED dalam satu kelompok. Meskipun strip LED dirancang agar bisa dipotong mengikuti kebutuhan panjang, pemotongan hanya boleh dilakukan di batas antar kelompok, bukan di tengah rangkaian LED tersebut. Artinya, pada strip LED 12V pemotongan dapat dilakukan setiap kelipatan 3 LED, sementara pada strip LED 24V hanya bisa dipotong setiap 6 LED.

Mana yang lebih baik, strip LED 12V atau 24V?

Panjang instalasi sangat berpengaruh dalam pemilihan jenis strip LED. Untuk penggunaan dengan jarak relatif pendek, sekitar di bawah 16,4 kaki (±5 meter), strip LED 12V umumnya sudah memadai. Namun, jika digunakan pada jalur yang lebih panjang dari itu, strip LED 24V lebih direkomendasikan karena mampu mengurangi efek penurunan tegangan (voltage drop) sehingga tingkat kecerahan tetap stabil di sepanjang jalur.

Baca Juga : Harga Backlight TV LED

Home » Cara Menurunkan Tegangan Backlight TV LED Semua Tipe

About Amrizal Zuhdy Sachmud

Halo! Saya adalah seorang penulis yang memiliki minat besar di dunia teknologi, gadget, serta berbagai tips dan trik yang memudahkan kehidupan sehari-hari. Saya telah berkecimpung dan berpengalaman di bidang ini selama lebih dari 7 tahun, baik dalam mengeksplorasi perkembangan teknologi maupun membagikan insight yang bermanfaat kepada pembaca. Ketertarikan saya pada teknologi bermula dari rasa penasaran terhadap bagaimana perangkat digital bekerja dan terus berkembang. Selama bertahun-tahun, saya telah mengulas berbagai gadget, mencoba beragam aplikasi, serta mengumpulkan pengalaman praktis yang kemudian saya tuangkan dalam bentuk tulisan yang informatif dan mudah dipahami. Di blog ini, kamu akan menemukan: Ulasan gadget terbaru dengan sudut pandang yang jujur dan mendalam Tips dan trik teknologi yang praktis untuk berbagai kebutuhan Rekomendasi aplikasi dan tools yang membantu aktivitas sehari-hari Insight tentang tren teknologi terkini Saya percaya bahwa teknologi seharusnya mempermudah, bukan mempersulit. Karena itu, setiap konten yang saya buat berfokus pada kejelasan, manfaat, dan relevansi bagi pembaca. Terima kasih sudah berkunjung—semoga informasi yang saya bagikan bisa membantu dan menginspirasi!

Tinggalkan Balasan